한어Русский языкEnglishFrançaisIndonesianSanskrit日本語DeutschPortuguêsΕλληνικάespañolItalianoSuomalainenLatina
Kemajuan kecerdasan buatan tidak lepas dari dukungan daya komputasi yang kuat. Sebagai fondasi perangkat keras utama, kendala pasokan chip telah membawa banyak masalah bagi industri. Namun, dengan mengandalkan upaya dan akumulasi teknologinya sendiri, Tiongkok terus melakukan terobosan dalam optimalisasi algoritme dan pemanfaatan data. Misalnya, beberapa lembaga penelitian ilmiah dan perusahaan dalam negeri telah meningkatkan efisiensi komputasi di bawah sumber daya chip yang terbatas dengan mengembangkan arsitektur komputasi baru dan algoritma optimasi.
Dalam konteks ini, komunitas programmer menghadapi peluang dan tantangan baru. Meskipun di permukaan tampaknya pencarian kerja programmer tidak terkait langsung dengan topik terbatasnya pasokan chip dan kesenjangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat dalam kecerdasan buatan, sebenarnya ada hubungan yang dalam. Ketika pasokan chip dibatasi, permintaan perusahaan akan programmer akan berubah, sehingga lebih menekankan pada talenta yang dapat mengoptimalkan algoritma dan meningkatkan efisiensi kode. Ini berarti bahwa pemrogram perlu terus meningkatkan tingkat teknisnya dan beradaptasi dengan kebutuhan industri yang baru.
Pada saat yang sama, dengan berkembangnya kecerdasan buatan, skenario aplikasi terkait terus berkembang, menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi para pemrogram. Misalnya, di bidang manufaktur cerdas dan layanan kesehatan cerdas, terdapat peningkatan permintaan akan pemrogram yang dapat mengembangkan dan mengoptimalkan sistem kecerdasan buatan. Namun hal ini juga memberikan persyaratan yang lebih tinggi bagi programmer, yang tidak hanya harus memiliki keterampilan pemrograman yang kuat, namun juga memahami pengetahuan dan proses bisnis industri terkait.
Singkatnya, situasi terbatasnya pasokan chip saat ini dan kesenjangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat dalam bidang kecerdasan buatan telah mengubah lanskap industri mereka di pasar yang sangat kompetitif.